Persiapan ujian fisika kelas X semester 2 memerlukan banyak latihan soal khususnya pada materi listrik dinamis. Artikel ini menyajikan contoh soal yang disusun secara berurutan sehingga siswa dapat menguji pemahaman secara sistematis. Setiap soal dilengkapi dengan penjelasan singkat untuk membantu proses belajar mandiri.
Soal Nomor 1-10
-
Seorang siswa menghubungkan sebuah resistor 10 Ω dengan sumber tegangan 12 V. Hitung besar arus yang mengalir melalui resistor tersebut. Jawaban dapat diperoleh dengan menggunakan hukum Ohm, I = V/R.
-
Sebuah kumparan memiliki 200 lilitan dan berada dalam medan magnet 0,5 T. Jika area penampangnya 0,02 m² dan sudut antara bidang kumparan dengan arah medan adalah 30°, hitung fluks magnetik yang melaluinya. Fluks dihitung dengan Φ = B·A·cosθ.
-
Kawat penghantar sepanjang 2 m memiliki penampang 1 mm² dan resistivitas tembaga 1,7×10⁻⁸ Ω·m. Tentukan nilai resistansi kawat tersebut. Rumus R = ρ·L/A dapat dipakai untuk menghitungnya.
-
Sebuah lampu pijar berdaya 60 W dihubungkan ke sumber listrik 120 V. Berapa nilai hambatan listrik lampu tersebut? Gunakan persamaan P = V²/R untuk menemukan nilai R.
-
Jika arus listrik yang mengalir melalui sebuah konduktor berubah secara linier dari 0 A menjadi 5 A dalam waktu 2 detik, hitung nilai induksi elektromagnetik yang dihasilkan pada sebuah kumparan terdekat. Gunakan hukum Faraday, ε = -L·(ΔI/Δt).
-
Sebuah motor listrik memiliki torsi 0,8 N·m dan kecepatan rotasi 1500 rpm. Hitung daya mekanik yang dihasilkan motor tersebut. Daya dapat dihitung dengan P = τ·ω, di mana ω adalah kecepatan sudut dalam rad/s.
-
Seorang siswa mengamati bahwa kawat penghantar sepanjang 0,5 m menurun suhunya sebesar 15°C ketika arus 3 A mengalir melaluinya. Jika koefisien suhu kawat tembaga adalah 0,004/°C, tentukan perubahan resistansi kawat tersebut. Gunakan rumus ΔR = R₀·α·ΔT.
-
Dua buah kapasitor masing-masing 10 µF dan 22 µF dihubungkan secara seri. Hitung nilai kapasitansi total rangkaian. Kapasitansi seri dihitung dengan 1/C_eq = 1/C₁ + 1/C₂.
-
Sebuah rangkaian RLC seri memiliki nilai R = 50 Ω, L = 0,2 H, dan C = 100 µF. Tentukan frekuensi resonansi rangkaian tersebut. Frekuensi resonansi diberikan oleh f₀ = 1/(2π√(LC)).
-
Jika sebuah motor listrik bekerja pada tegangan 230 V dan mengkonsumsi daya sebesar 920 W, berapa nilai faktor daya (cosφ) motor tersebut? Faktor daya dapat dihitung dengan cosφ = P/(V·I), dimana I adalah arus listrik.
Soal Nomor 11-20
-
Seorang teknisi menghubungkan dua buah resistor masing-masing 47 Ω secara paralel. Hitung nilai resistansi ekuivalen rangkaian tersebut. Resistansi paralel dihitung dengan 1/R_eq = 1/R₁ + 1/R₂.
-
Sebuah generator menghasilkan tegangan sinusoidal dengan amplitudo 200 V pada frekuensi 60 Hz. Hitung nilai nilai rms (root mean square) tegangan tersebut. Nilai rms diperoleh dengan V_rms = V_peak/√2.
-
Jika sebuah kawat tembaga sepanjang 5 m memiliki penampang 2 mm² dan mengalir arus 10 A, tentukan besar daya yang hilang karena pemanasan (dissipasi). Daya dapat dihitung dengan P = I²·R, dengan R diperoleh dari hukum Ohm.
-
Seorang siswa mengukur induktansi sebuah kumparan dan menemukan nilai 0,5 H. Jika arus yang mengalir berubah secara sinusoidal dengan frekuensi 50 Hz, hitung reaktansi induktif kumparan tersebut. Reaktansi induktif L dihitung dengan X_L = 2πfL.
-
Sebuah kapasitor 4,7 µF dihubungkan ke sumber tegangan 12 V. Hitung energi listrik yang tersimpan dalam kapasitor tersebut. Energi kapasitor diberikan oleh E = ½CV².

Lat Soal Listrik Dinamis PDF -
Jika sebuah lampu LED memiliki tegangan maju 3,2 V dan arus 20 mA, berapa nilai daya yang dikonsumsi lampu tersebut? Daya dapat dihitung dengan P = V·I.
-
Sebuah kawat tembaga dengan panjang 1 m dan penampang 0,5 mm² dialiri arus 8 A. Hitung nilai medan magnet di sekitar kawat pada jarak 2 cm dari pusat kawat. Gunakan hukum Biot–Savart, B = (μ₀I)/(2πr).
-
Jika sebuah rangkaian RC memiliki resistor 1 kΩ dan kapasitor 10 µF, hitung nilai waktu konstanta (τ) rangkaian tersebut. Waktu konstanta diberikan oleh τ = R·C.
-
Seorang siswa menghubungkan tiga buah resistor 100 Ω secara seri dengan sebuah sumber 9 V. Hitung nilai arus total yang mengalir dalam rangkaian. Gunakan hukum Ohm, I = V/R_total.
-
Sebuah motor DC memiliki kecepatan 3000 rpm pada tegangan 24 V. Jika tahanan belitan motor adalah 2 Ω, hitung nilai gaya gerak listrik (emf) yang dihasilkan. Gunakan persamaan V = emf + I·R.
Soal Nomor 21-30
-
Sebuah transformator memiliki lilitan primer 500 dan lilitan sekunder 100. Jika tegangan primer 230 V, hitung tegangan sekunder yang dihasilkan. Rasio tegangan sebanding dengan rasio lilitan.
-
Jika sebuah konduktor bergerak dengan kecepatan 2 m/s melalui medan magnet 0,3 T dan panjang konduktor 0,4 m, tentukan nilai gaya elektromagnetik yang bekerja pada konduktor. Gaya dihitung dengan F = B·I·L·sinθ, dengan θ = 90°.
-
Sebuah rangkaian RL seri memiliki induktansi 0,1 H dan resistor 20 Ω. Jika arus masuk secara tiba-tiba menjadi 5 A, hitung nilai energi magnetik yang tersimpan pada induktor setelah keadaan tunak tercapai. Energi magnetik E = ½ L I².
-
Jika sebuah kapasitor 22 µF diisi dengan tegangan 150 V, hitung nilai muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor tersebut. Muatan Q = C·V.
-
Sebuah kawat tembaga dengan resistansi 0,05 Ω terhubung ke sumber 12 V. Hitung nilai arus yang mengalir serta daya yang dihasilkan pada kawat tersebut. Gunakan I = V/R dan P = V·I.
-
Jika sebuah rangkaian LC paralel memiliki L = 0,25 H dan C = 40 µF, hitung frekuensi osilasi alami rangkaian tersebut. Frekuensi diberikan oleh f = 1/(2π√(LC)).
-
Sebuah motor induksi bekerja pada frekuensi 50 Hz dengan slip 5%. Jika kecepatan sinkronnya 1500 rpm, hitung kecepatan rotor motor. Kecepatan rotor = (1‑s)·n_sync.
-
Jika sebuah lampu neon memiliki tegangan penyaluran 170 V dan arus 0,02 A, hitung nilai daya listrik yang dikonsumsi lampu tersebut. Daya dihitung dengan P = V·I.
-
Sebuah kawat tembaga 3 m panjang dengan penampang 0,8 mm² dialiri arus 4 A. Hitung nilai penurunan tegangan sepanjang kawat. Penurunan tegangan ΔV = I·R, dengan R = ρ·L/A.
-
Jika sebuah generator AC menghasilkan tegangan rms 240 V dan faktor daya 0,85, hitung nilai daya nyata yang dihasilkan. Daya nyata P = V·I·cosφ, dengan I = V / (√(R² + X²)).
Kesimpulan
Daftar 30 contoh soal fisika kelas X semester 2 listrik dinamis di atas mencakup berbagai konsep penting mulai dari hukum Ohm hingga rangkaian RLC dan transformator. Dengan mengerjakan soal‑soal ini secara rutin, siswa dapat memperkuat pemahaman konseptual serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Selamat berlatih dan semoga sukses dalam ujian!
